..... Selamat Datang di JSIT Banten Barat Blog.....

DEWAN GURU SDIT AL IZZAH SERANG-BANTEN

Terletak Jl Tb Husni Qodir, Pabuaran, Unyur, Serang. Visi: Menjadi Sekolah Islam Terpadu yang berstandar nasional dengan lulusan yang cerdas, berakhlak karimah dan kompetitif.

SIT BINA INSANI SERANG-BANTEN

Yayasan Bina Insani. Selengkapnya : http://sitbinainsani.com/

KEMNAS II PRAMUKA SIT DATANG LAGI

Bagaimana JSIT Banten Barat, bersiap!!??

JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU BANTEN

Terus semangat memajukan mutu pendidikan yang berkarakter (berakhlaq)

RAKOR JSIT BANTEN DENGAN ALEG BANTEN

Dari pertemuan ini menggarisbawahi bahwa JSIT sebagai bagian dari gerakan dakwah di Indonesia wa bil khusus bidang pendidikan dalam menjalankan tugasnya diharapkan mampu bersinergi dan searah ...

Rabu, 30 November 2011

NASYID : Kami JSIT

KAMI JSIT
Oleh : Ar Ruhul Jadid
Dengan berbekal semangat kami melangkah
Menjalin ukhuwah dengan tekad membaja
Menuju mutu pendidikan Indonesia
Melahirkan generasi cerdas mulia
....
Reff 1
Kami Jaringan Sekolah Islam Terpadu
Sambut masa depan wajah Indonesia baru
Bersama tinggikan martabat dan citra guru
Indonesia pasti maju
....
Di sinilah tempat kami berkarya
Menggapai harapan meraih cita-cita
Sebagai penggerak dan pemberdaya bangsa
Wujudkan masyarakat adil dan sejahtera
....
Reff 2
Kami jaringan sekolah islam terpadu
Bangkit serentak menyongsong peradaban Baru
Bulatkan tekad dan cita membangun bangsa
Indonesia kan Berjaya
....
....
....
Download !
(Mau Nasyid-nasyid ke-JSIT-an ? Beli !)

Rabu, 19 Oktober 2011

ANTARA GERAKAN DAKWAH DAN MEMBINA GENERASI DAKWAH (2)

Bagian II

SECANGKIR TEH MANIS

Seorang Murrobiah mengisahkan " Alhamdulillah, anak putri saya walau masih kelas 5 SD sudah bisa mandiri. Dia tidak rewel walau ditinggalkan Abi-Uminya. Dia sudah bisa memasak untuk dirinya sendiri, jadi saya lebih leluasa untuk dakwah ini. Yang membuat saya bangga pada putri saya adalah, setiap saya pulang darimana pun mengisi pengajian, putri saya selalu menyiapkan teh manis hangat untuk saya, dia sudah tahu apa yang sebenarnya umminya lakukan". Demikian salah satu kisah yang disampaikan sebagai bagian dari isi materi halaqoh ummahat saat itu, untuk memotivasi para mad'u nya agar jangan seorang anak menjadikan penghalang bagi kita semua untuk berdakwah di jalan-Nya.

Sementara itu, di sebuah sekolah, seorang guru mengamati anak putri kelas 5 murung menyendiri. Santun guru menyapa, kemudian dengan pendekatan hati ke hati sang guru pun bertanya tentang apa yang ada di pikirannya saat itu hingga dia termenung sendiri. "Ada apa, Nak ?" Menahan isak tangis, sang anak pun menjawab, " Itu Bu Guru, ummi sibuk terus, ke sana-kemari ngaji terus. Gak pernah urusin saya. Kadang saya masak sendiri kalau mau makan, saya bosen Bu, mie lagi-mie lagi. Ummi kadang gak masak, saya bisanya masak mie. Padahal saya sengaja suka buatin teh hangat untuk Ummi waktu Ummi pulang ngaji. Kirain Ummi bakal buatin teh manis juga buat saya kalau bangun pagi, tapi gak tuh. Saya juga pengen kaya orang lain dimasakin dan dibekelin masakan Ummi untuk bekal sekolah kaya orang lain. Kalau ada PR saya ngerjain sendiri, mau minta tolong Ummi, Ummi udah tidur duluan kecapaian." haa... ?!

Dalam mengusung dakwah ini, meski sulit namun perlu diupayakan adanya tawwazun (keseimbangan) dari semua ruang lingkup yang ada di sekeliling kehidupan pribadi kita. Tidak ada yang paling utama, semua adalah utama. Posisi kita saat ini adalah efek dari yang ada di sekeliling kita. Semua ada konsekuensinya dari setiap keputusan yang kita ambil. Umar ibnu Khottob r.a. hanya meninggalkan sedikit harta untuk keluarganya ketika dituntut untuk beramal dan berjihad, lain hal dengan Abu Bakar r.a. yang hanya meninggalkan Allah swt dan Rasul-Nya bagi keluarga. Di sini bukan besar kecilnya amal dan keikhlasan berinfaq, karena pada akhirnya Umar r.a. pun menginfaqkan seluruh hartanya, namun di sini adalah bagaimana kita mempersiapkan keluarga kita mendukung setiap keputusan dan aktivitas kita dalam gerakan dakwah ini. Adakah tercatat dalam siroh anak-istri Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. protes dan menuntut hak-haknya atas diri Abu Bakar r.a dan Umar ibnu Khottob r.a. ?

Selasa, 11 Oktober 2011

ANTARA GERAKAN DAKWAH DAN MEMBINA GENERASI DAKWAH

ANTARA  GERAKAN DAKWAH DAN MEMBINA GENERASI DAKWAH

“Prangggg…..!” kaca mesjid sekolah pecah terkena bola yang melesat keras ditendang seorang siswa, sebut saja namanya Mufid. Mencoba bertindak bijak, gurunya pun menyelidiki penyebab mengapa siswa tersebut bermain di sekitar mesjid, padahal di sekolah tersebut terdapat dua lapangan futsal.

Guru pun mengambil perannya, tidak langsung di punishment. Penyelidikan dan pengamatan dimulai dari beberapa hari sebelumnya terhadap perubahan sikap Mufid yang tidak seperti biasanya. Mufid yang baik, pintar, berjiwa pemimpin, pada saat itu mampu memobilisasi teman-temannya melakukan hal yang tidak semestinya - pemberontakan – terhadap peraturan sekolah. Introgasi pun dimulai dengan pertanyaan yang sangat sederhana, “Mufid, ada apa ? beberapa hari ini Mufid berubah lho..!” ramah bertanya sang guru kepada Mufid. Tak disangka air mengalir deras dari matanya, terseguk-seguk menceritakan aktivitas kedua orang tuanya yang sibuk menyambut perhelatan pilkada. Bukan sekali atau dua kali dia ditinggalkan hingga larut malam hanya dengan dibekali uang jajan dua ribu rupiah. Kadang makan siang dan malam pun tak tersajikan. Duh ….!

Maka terlalu jika saja selalu dipertanyakan, “apa peran bidang pendidikan pada gerakan dakwah ini ?”. Justru pada bagian inilah peran pendidikan mengambil bagiannya. Dengan bijak, penuh pengayoman, sang guru menerangkan kepada Mufid. “Nak, Abi-Ummi sedang berdakwah, berjuang, berjihad bersama-sama yang lain, bukan hanya untuk Mufid saja, tapi juga untuk kebaikan banyak orang. Mufid harusnya bangga dengan Abi-Umi”. Dan kata-kata bijak lainnya yang mengarah pada kebanggaan sang anak akan aktivitas orang tuanya. Berharap adanya rasa maklum dari diri seorang anak ?! Aneh memang, ketika orang tua yang seyogyanya dapat berpikir dewasa justru berharap adanya rasa maklum dari seorang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan butuh perhatian orang tua. Entah model kedewasaan apa yang dituntut oleh orang tua terhadap sosok yang bernama Mufid ini. 

Dalam kerangka gerakan dakwah ini, demikianlah sepatutnya lembaga pendidikan mengambil perannya. Bukan sekedar berkesinambungan, tetapi bagaimana pula hal itu bisa saling mengisi dan saling mendukung antarbidang secara profesional, baik yang menempuh siyasi maupun tarbawiyah. Kasus Mufid sudah dapat dipastikan bukan satu-satunya yang pernah ada di lingkungan pendidikan. Dan akan terus bermunculan Mufid-Mufid baru seiring masih banyaknya agenda-agenda dakwah yang ada hampir setiap tahunnya, yang harus dipikul oleh para penggeraknya.

Sementara itu, biarkan para jundut tarbiyah mengambil perannya fokus membina dan terus berupaya secara professional memelihara generasi yang siap melanjutkan estafet gerakan dakwah ini di masa depan, tentunya tetap dalam satu gerak dan kerangka dakwah yang sama.

Namun yang perlu digarisbawahi di sini adalah mendidik generasi penggerak dakwah ini tidak bisa dilakukan hanya oleh lembaga pendidikan. Maka janganlah lupa akan peran para penggerak dakwah ini sebagai orang tua.

wallahu 'alam bishowab 

Kamis, 06 Oktober 2011

PENGANTAR ILMU MANAJEMEN

PENGANTAR ILMU MANAJEMEN

Pengorganisasian (Organizing)


Pengorganisasian adalah proses membagi kerja ke dalam komponen-komponen yang dapat dikelola dan mengoordinasikan hasil-hasil agar tercapai tujuan. Organisasi adalah kumpulan orang dalam pembagian kerja yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.
Pengorganisasian ini bermanfaat karena jelas siapa menjalankan apa, siapa bertanggung jawab atas siapa, arus komunikasi dan memfokuskan sumber daya pada tujuan.
Di dalam pengorganisasian manajemen:
1) membagi kerja ke dalam tugas-tugas yang lebih kecil,
2) membebankan tugas ini pada orang yang mampu,
3) mengalokasikan sumber daya pendukung yang diperlukan, dan
4) mengoordinasikan kerja yang terdiri atas tugas bahu rangkap/jamak untuk mencapai tujuan.
Pada tahap ini, fungsi manajemen yang berupa pengorganisasian ini dibahas sesuai dengan perkembangan konsep, yang sampai saat ini ada tiga, yaitu konsep klasik, konsep neoklasik dan konsep modern.
Konsep-konsep tentang organisasi sebenarnya telah berkembang mulai tahun 1800-an, dan konsep-konsep ini sekarang dikenal sebagai teori klasik atau teori tradisional.

Teori klasik berkembang dalam tiga aliran: birokrasi, teori administrasi, dan manajemen ilmiah.
Teori birokrasi dipelopori oleh Max Weber. Menurut Weber birokrasi mempunyai karakteristik tertentu, yaitu sebagai berikut.
  1. Pembagian kerja yang jelas, Pembagian kerja atas spesialisasi harus sesuai dengan kemampuan seseorang.
  2. Hierarki wewenang dirumuskan dengan baik, sentralisasi kekuasaan berdasarkan suatu hierarki dengan pemisahan jelas peringkat atas dan bawah.
  3. Program rasional untuk mencapai tujuan
  4. Seleksi dan promosi personalia didasarkan atas kecakapan teknis dan pendidikan latihan serta persyaratan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan tugas.
  5. Sistem dan prosedur bagi penanganan situasi kerja, Perlu catatan tertulis demi kesinambungan, keseragaman dan transaksi.
  6. Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan, Hubungan antarpribadi bersifat formal. Ada pemisahan antara masalah pribadi dengan masalah formal organisasi.
Teori organisasi klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan wewenang, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi, dan faktor-faktor lain yang terjadi apabila orang-orang bekerjasama.
Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Teori neoklasik mengubah, menambah, dan dalam banyak hal memperluas teori klasik. Anggapan dasar teori neoklasik adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun kelompok.
Teori modern atau analisis sistem terhadap organisasi melihat unsur organisasi sebagai suatu kesatuan. Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah sistem tertutup, tetapi merupakan sistem terbuka yang menyesuaikan diri dengan perubahan di dalam lingkungan.

Jadi, birokrasi merupakan model normatif, menekankan struktur dalam organisasi.
Teori administrasi dipelopori oleh Henri Fayol. Fayol mengemukakan bahwa kegiatan industri dibagi ke dalam kegiatan teknis, komersial, finansial, keamanan, personalia, akuntansi, dan manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengoordinasian dan pengawasan).
Sejak semula Fayol membedakan kegiatan organisasi ke dalam: kegiatan operasional organisasi, dan kegiatan manajerial. Termasuk kegiatan operasional organisasi adalah sebagai berikut: teknis (produksi), komersial (pemasaran), finansial (keuangan), personalia, dan akuntansi. Termasuk kegiatan manajerial adalah sebagai berikut: perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah (pengarahan), pengoordinasian, dan pengawasan.
Selanjutnya, Urick dan Gulick memperkenalkan selain prinsip pembagian kerja juga prinsip koordinasi, departemenisasi, dan staf. Selain itu perlu alokasi tugas, aturan tentang kendali, hubungan lini dan staf serta fungsionalisme.
Mooney dan Reilly mengemukakan pentingnya 1) prinsip koordinasi, 2) prinsip skalar, dan 3) prinsip fungsional.

Manajemen ilmiah diciptakan oleh Frederick Winslow Taylor dan ada 4 kaidah dasar manajemen, yaitu sebagai berikut.
  1. Perlunya menggantikan metode kerja praktik dengan yang berdasar ilmu pengetahuan.
  2. Perlunya mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan secara ilmiah agar karyawan bekerja sebaik-sebaiknya sesuai dengan spesialisasinya.
  3. Perlunya pengembangan ilmu tentang kerja dan mengintegrasikannya dengan seleksi, latihan dan pengembangan ilmiah karyawan.
  4. Perlunya pengembangan semangat dan mental karyawan melalui pendekatan karyawan oleh manajer agar timbul suasana kerja sama yang baik.
Teori organisasi klasik menguraikan anatomi organisasi formal. Organisasi formal mengandung 4 unsur pokok, yaitu sebagai berikut.
1. Sistem kegiatan yang terkoordinasi.
2. Kelompok orang yang melaksanakan fungsi.
3. Kerja sama untuk mencapai tujuan.
4. Adanya wewenang dan kepemimpinan

Organisasi tersusun atas dasar hubungan atasan dan bawahan sehingga wewenang harus ada secara formal. Kepemimpinan pun harus ada yang mencerminkan kualitas orang yang tepat dalam usaha kerja sama untuk mencapai tujuan.



Sebaiknya Anda baca juga tentang :
 Belajar berbagi !

Jaringan Komunikasi


ShoutMix chat widget

OUR Quran

Cara Menginfomasikan Kegiatan Sekolah Anda :

Kirim naskah berita atau karya tulis Anda via E-mail jsitbanten.barat@yahoo.com untuk dimuat di jsit-bantenbarat.blogspot.com. Sertakan biodata dan foto Anda jika perlu. Semoga berita dari sekolah dan karya tulis Anda bermanfaat bagi semua. Kemudian SMS ke 0817 64 63 123 (gunakan sms centre di kanan website ini)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More